Prastika Erma
RSS
Aku adalah aku. Aku ada karena Allah SWT. Aku muslimah karena teladanku Nabi Muhammad SAW. Aku sayang kedua oang tuaku, adik kembarku dan kamu :).
Bersyukur atas nikmatku saat ini.
Things I Like (+)
gadisberjilbab:

“Kami dilihat dari ketaqwaan, kecerdasan dan kepandaian kami, bukan dilihat dari pesona tubuh seksi kami”

gadisberjilbab:

“Kami dilihat dari ketaqwaan, kecerdasan dan kepandaian kami, bukan dilihat dari pesona tubuh seksi kami”

kuntawiaji:

Ketika engkau bersembahyang

Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan

Partikel udara dan ruang hampa bergetar

Bersama-sama mengucapkan Allahuakbar

Bacaan Al-Fatihah dan surah

Membuat kegelapan terbuka matanya

Setiap doa dan pernyataan pasrah

Membentangkan jembatan cahaya

Tegak tubuh alif-mu…

(Source: elvinadiah)

“Jika kamu mencintai seseorang, tetapi orang yang kamu cintai itu justru menjauhkanmu dari Tuhan, maka dia bukan kekasihmu.
Karena kekasih sejati adalah kekasih yang bisa membuatmu selalu bersyukur.
Tuhan pernah berkata, bahwa semakin kita bersyukur kepada Tuhan, maka Tuhan akan semakin menambahkan cinta.
Jika tidak ada rasa syukur, maka Tuhan akan mengambil cinta itu.
Bersyukur kepada manusia sama dengan bersyukur kepada Tuhan.
Bersyukurnya kita kepada kekasih kita adalah bentuk syukur kepada Tuhan.
Dan Tuhan tidak akan pelit menambahkan cinta-Nya.
Maka, jadilah kekasih yang senantiasa menghargai dan mencintai kekasihmu.
Niscaya dengan begitu, rasa cintamu kepada kekasihmu akan berlipat.
Karena hukumnya memang sudah begitu, semakin bersyukur maka kadar cinta akan bertambah.”

— (via kuntawiaji)

“Tak perlu mencari 1000 dukungan untuk menjadi yang terbaik. Cukup berikan segala yang terbaik untuk orang lain selagi kita mampu, maka orang lain akan mendukungmu :)”

“Menjadi pemimpin ibarat pondasi rumah. Jika hanya ada satu tiang terbaik dari kayu jati kualitas terbaik namun penyangga lainnya hanyalah bambu kecil, maka tak akan menjadi rumah. Sebaliknya, jika semua tiang adalah bambu-bambu kecil yg saling berikatan dengan kuat, maka jadilah rumah tersebut.”

“Menjadi pemimpin itu perlulah anda melihat dari sisinya, orang-orang di sekitarnya dan apa yang di pimpin. Janganlah melihat siapa pemimpin itu dan seberapa hebat pemimpin itu.”

“Aku menjadi diriku yang apa adanya. Namun, aku memilih orang agar tak melihatku dari sisi sebagai diriku. Karena aku hidup dengan semua orang. Karena aku ada untuk semua orang. Maka janganlah nilai diriku yang terbaik hanya melihat diriku, namun lihatlah orang-orang di sekelilingku.”

— ~Prastika Erma~

(Source: shafirameidyana, via kuntawiaji)

hildahildahilda:

I’m Possible!

hildahildahilda:

I’m Possible!

Wahai Ukhti Muslimah …
Kemana akan kau bawa dirimu ? kepada gemerlapnya dunia ? kemilaunya harta ? atau pada ketampanan seorang pria ? walaupun kau harus membuka hijabmu demi mendapat semua yang kau inginkan, maka kehinaan yang akan kau dapatkan !

Untukmu Ukhti Muslimah …
Kemana akan kau bawa dirimu ? kepada kemuliaan jiwa ? kepada keridhoan Sang Pencipta ? atau mulianya menjadi bidadari Surga ? walaupun hinaan dan cacian yang harus kau terima demi menjaga hijab yang telah disyari’atkan oleh agama, maka kebahagiaan yang akan kau dapatkan !

Katakan TIDAK pada gemerlapnya dunia ! jika hijabmu harus terlepas karenanya…

Katakan TIDAK pada kemilaunya harta ! jika hijabmu menjadi tebusannya…

Karena hijabmu, adalah benteng kemuliaan dirimu ..

— (via gadisberjilbab)